"Kak, ayo kita benerin isi daypack aku" ajakan dari Rapim, sosok laki-laki muda, rapih, tampan dan anak mami.

Bayangkan saja, dia membawa baju ganti sebanyak 8 atas dasar nasihat mamah. Berhubung ini perdana, aku hanya ingin mengingatkan dibawa yang penting-penting saja, baju ganti secukupnya, karna seiring track baju akan basah dan kering di badan *falsafah training military*. Setelah semuanya selesai satu persatu aku reparasi ulang supaya memudahkan mereka, tiba saatnya berangkat menuju kota Surabaya. Seiring perjalanan aku menaiki kereta api, oh sungguh senangnya karena aku jarang sekali menaiki~ jugijagijugggg

Kendaraan panjang ini. Berawal dari seru-seruan didalam kereta. Ada Alip, Ba, Ta, Tsaa~ bukan itu delv *keplak*. Alip, mahasiswa PLN Cengkareng yang menjadi guide kita berempat dalam pendakian kali ini. Setelah aku telusur, aku lah yang paling disoraki sebagai 'kaka' karna mereka lahiran dibawah 90an. Hah, si Jenne aja gak di gituin, mereka terlalu memfavoritkan aku *ditoyor kembali* ahahaha.
 
Setibanya di Bekasi aku ingin sekali mengecek rahang pipi apakah sudah kurusan atau belum? Karena selalu terbahak tertawa ketika melihat tingkah laku Alip. Sosok gendut hitam manis dan gembul~ 

Kurang lebih perjalanan menuju Kota Surabaya sekitar 14 jam. Ngapain aja?
Tidur, makan, tidur. Makan apa? Emang ada makanan? Pastinya perbekalan mendaki. Haha.

 Pukul 02.00 pagi tiba di Kota Arek-Arek Suroboyo

28 Mei 2014

Pukul 06.00 WIB - Ps. Tumpang, Malang
 
Rasanya mata sudah berat sekali untuk melihat indahnya Kota Surabaya semalam, karna ini sudah menjelang subuh. Pemandanganyang terlihat hanyalah sebuah Truck, akomodasi selanjutnya untuk menuju Tumpang, Malang. Jujur saja, seperti Sapi atau Kambing bila naik Truck dengan kondisi melebihi batas maksimal orang yang harus masuk di dalamnya. Terlebih sudah 14 jam terpenjara dalam kereta ekonomi, kaki harus terpaksa di lipat kembali di dalam Truck selama kurang lebih 3 jam perjalanan *elus-elus kaki*

Setelah berdiri, jongkok, terlelap, sampai bingung mau ngapain lagi, okee fine. Alhamdulillah sampai juga di Pasar Tumpang, Malang. Persis depan trotoar ada Alfamart, surga dunia Ya Allah, aku mau pipis, cuci muka, dan makan :D

Sekitar 3 jam lebih kami para peserta menunggu keberangkatan menggunakan Jeep menuju Ranu Pane. Rasanya langkah kaki sudah tidak sabar melihat gumpalan wedus gembel yang menari-nari di balik Mahameru. Track Mountain pun rasanya sedang kebingungan dan belum siap dengan akomodasi yang akan membawa kita menuju Pos Ranu Pane.

Panitia pun membagikan nasi jamblang khas Malang. Sambil sarapan, kita (aku, rapim, kartika, dan diki) narsis menggunakan tongsis. Beginilah penampakannya~

 Keliatan kaan betapa masih unyu-unyu nya gueehh!

Jadi, prosedur barunya (lagi-lagi bawa Prosedur disaat liburan, ppft) kita harus naik angkot dulu sampai pada sebuah Menara, tempat berhentinya mobil jeep ataupun truck untuk membawa pendaki menuju Desa Ranu Pane. 

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, sampailah aku di Desa Ranu Pane. Desa yang terletak di ketinggian 200 m lebih ini sungguh indah, bagaikan anugerah yang besar dari Allah SWT bila tinggal di sebuah desa yang dingin, sejuk, penuh dengan hasil tani, terlebih bisa menikmati indahnya gunung-gunung di Jawa Timur.

Desa Ranu Pane~

Pukul 12.00 Desa Ranu Pane
Cariel pun memaksa untuk lepas dari punggung ku *kebalik kali yaa
Meskipun desa, tapi di sini banyak sekali jajanan. Berikut list harganya, untuk foto, uwuwuu saking nikmatnya makan, jadi ga kepikiran buat foto.

Bakso malang di warung paling pojok Rp. 15.000,- udah pake nasi loh!
Pecel + Bakwan Jagung Rp. 7.000,- di warung yang ada Es Campurnya.
Nasi Rames yaa standard laah Rp. 10.000,-an, telor ceplok, mie goreng, dan teman-temannya tapi sedikit.

Jadi, cerita mendakinya kapan? Kalo makanan yang diperjelas, hahahks.

Setelah panitia mengurusi Simaksi, memberi makan peserta, mandi-mandi cantik, ini sih molor banget dari rundown acara mereka, fiuh. Barulah kita cuussss!

Pukul 15.00 WIB kesoreaaann kaaliii Panitia~
Bismillah..
Berawal dari Ranu Pane, berjalan menuju pintu masuk Pendakian Semeru :)

Tracknya cukup lumayan, sekitar 3-4 jam perjalanan menuju Ranu Kumbolo. Di awal menemukan track datar, di susul lebatnya pepohonan, dan jalanan separuh aspal separuh tanah, bingung kan? Yaap, disini aku banyak terpeleset, hingga menemukan Pos 2, lalu track mulai terlihat berkelok dan menanjak seiring terlihatnya Samudera di atas awan dari kejauhan, dan tibalah di Pos 3. Sepanjang perjalanan, akupun bersama adik-adik unyu berisitirahat sekedar meluruskan kaki sambil menghabisi cemilan :D

Pukul 19.00 WIB
Ranu Kumbolo

Setelah melalui pemanasan sekitar 4 jam mendaki, mulai terdengar suara rusuh, cahaya-cahaya kecil di sela pepohonan cemara, tibalah kami di Ranu Kumbolo. Meski ribuan bintang menyinari, udara di sini cukup membuat kaki aku beku, bibir beku, tetapi hati tidak beku *eeaa*

Sambil menunggu tenda jadi, akupun berduduk santai seolah tidak ada apa-apa jika mereka meminta bantuan ku untuk memasak, hihi. Menikmati ribuan bahkan jutaan bintang yang tidak terhitung dan ternilai keindahannya, hai Ranu Kumbolo, aku tiba :)

Tenda sudah berdiri, aku langsung menelusup ke dalamnya untuk segera memasak dan menghangatkan diri, lalu tidur yang cukup.

 Kekecewaan selanjutnya adalah disini kita masak sendiri-sendiri dan tidak di fasilitasi oleh TM :)

29 Mei 2014

Pagi hari di Ranu Kumbolo

Tiada kalimat yang sanggup mewakilkan keanggunan mu duhai Ranu Kumbolo~

Setelah berlari-larian kecil, untuk menghangatkan badan hingga matahari absen di Ranu Kumbolo. Aku pun mengajak adik-adik unyu untuk mau keluar tenda dan menikmati pagi hari ini. Berjalan-jalan bersilaturahmi ke tenda sebelah, tenda belakang, barangkali ada yang menawarkan sarapan *lagilagi aku malas memasak :D

 Have Fun

 Menikmati bening dan dinginnya aliran air Ranu Kumbolo
Hingga aku manjat-manjat ke Pohon

Laluuuuu dari kejauhan tampaklah sebuah warna unyu~
Ungu?
Apa itu bunga lavender?