Dusta ialah menyeburkan diri pada kebohongan, lain di lisan lain di hati, berdusta dalam hati terutama dalam sebuah perasaan. Mendustai ialah suatu hal terbodoh yang mungkin setiap manusia pernah lakukan. Begitu pun di ikuti dengan penyesalan belaka. Mengapa sesal harus berada di ending setiap cerita ?
Aku pernah mencintai seseorang begitu dalam, begitu lembut, bagai kapas, begitu harum, hingga orang lain iri dengan ke elokan cinta itu, begitu menarik hati untuk di cari tahu, apa rahasia cinta awet bagai bunga abadi di puncak gunung sana.
Keabadian cinta, telah ku usahakan, beribu etika ku lewati, demi mengikuti kata hati, namun mengapa aku di dustai ? Jika memang tak cinta, lepaskanlah cinta ini perlahan, cukup hati ku tersakiti, jangan lagi kau tambah dengan dusta itu kasih. Aku memang gadis bodoh. Menangis. Merintih. Bergumam namun tertawa, sungguh pedih ku rasa ..
Andai memang kau tak berdusta, mengapa begitu lama kau tak datang, menjemput kembali hati ku yang terlampau jauh entah di mana, aku pun sedih, bak zombie yang hidup dalam kematian.
Aku mencintai mu, namun jangan dustai cinta itu dengan egois dan keangkuhan mu
Minggu, 09 Januari 2011
Taman Kasmaran
Ketika seseorang di luar sana mencaci maki sang pohon kecil ..
"Dasar kau pohon kecil yang malang, mau saja kau di temani dengan alang-alang usang, tanah yang terlihat tandus, bagai hidup di tengah gurun pasir panas" lugas burung camar yang sedang bertengger di pohon Mahoni besar.
Pohon kecil manis itu menangis tersedu. Hiks, hiks, hiks ..
Mengapa mereka semua menganggap aku sampah kecil yang tak berdaya, apakah aku tak pantas mendapat air untuk aku hidup, apa aku tak pantas menghirup oksigen demi pertumbuhan ku dengan di temani alang-alang yang jelek dan rumput liar lainnya. Mereka semua teman ku. Memang mereka usang, namun kehidupan mereka adalah motivasi bagi diri ku.
Aku, sang pohon kecil yang siap menerima hinaan apapun. Aku sampah. Aku selalu terinjak orang, karna tak melihat sisi keindahan ku, mereka hanya melihat dari ukuran fisik ku saja, yang saat ini tidak menarik, bahkan tidak di niati untuk di sayangi, di pelihara sekalipun. Aku memang lugu, tak mengerti dengan bagaimana lingkungan hidup yang sebenarnya. Aku sering menangis, namun di sana, alang-alang yang lebih menderita, mereka selalu riang tertawa, hingga dapat tumbuh besar & indah ketika manusia melihatnya, bahkan mengabadikan mereka.
Tuhan ..
Berilah aku pupuk dalam hati, agar aku kuat dan perlahan tumbuh besar, dan semua mata dapat melihat ke elokan ku.
Tuhan ..
Izinkan aku untuk membuat semua orang tersenyum ketika melihat aku besar nanti, dapat mencium aroma ku, aku dapat menghasilkan sesuatu yang manis, hingga aku dapat tersenyum bangga.
Pohon kecil usang, sebesar sayuran toge itu, setiap hari berdoa dan berusaha, mencari nafas kehidupan. Dengan semua kesabaran dan keluguannya, membuat orang-orang mampu menarik perhatian padanya, ketika suatu saat, sang kecil menjadi sosok yang di kagumi :)
Bagaimana kah sosok itu ??
Sang pohon kecil, tumbuh perlahan semakin besar, dengan gangguan hama nakal, hujan badai yang hampir saja menghanyutkan dia, bahkan sang pemotong rumput yang mengira dia adalah rumput liar, sungguh dia besar dari sebuah hinaan.
Kebesaran Tuhan ..
Sang kecil, terlihat indah, dengan hijaunya daun, tegapnya ia berdiri, dengan kuncup bunga yang indah dan harum, berjatuhan ke tanah jika tertiup hembusan angin, hingga menghasilkan buah yang manis, tak kalah cantik dengan ke elokan warnanya, subhanallah, sang kecil namun berhati besar, niscaya niat & itikad baik, akan tercapai, meski banyak cacian, meski tersembunyi, namun hasil yang di dapat akan membuat orang tercenga melihatnya.
*pengalaman yang sedang saya lalui, sang pohon kecil dengan hinaan terbesar sebagai senjata
Oh dear, give me surprise in my life :)
amiin wallahu amin ....
Semoga terinspirasi dear ^.^
"Dasar kau pohon kecil yang malang, mau saja kau di temani dengan alang-alang usang, tanah yang terlihat tandus, bagai hidup di tengah gurun pasir panas" lugas burung camar yang sedang bertengger di pohon Mahoni besar.
Pohon kecil manis itu menangis tersedu. Hiks, hiks, hiks ..
Mengapa mereka semua menganggap aku sampah kecil yang tak berdaya, apakah aku tak pantas mendapat air untuk aku hidup, apa aku tak pantas menghirup oksigen demi pertumbuhan ku dengan di temani alang-alang yang jelek dan rumput liar lainnya. Mereka semua teman ku. Memang mereka usang, namun kehidupan mereka adalah motivasi bagi diri ku.
Aku, sang pohon kecil yang siap menerima hinaan apapun. Aku sampah. Aku selalu terinjak orang, karna tak melihat sisi keindahan ku, mereka hanya melihat dari ukuran fisik ku saja, yang saat ini tidak menarik, bahkan tidak di niati untuk di sayangi, di pelihara sekalipun. Aku memang lugu, tak mengerti dengan bagaimana lingkungan hidup yang sebenarnya. Aku sering menangis, namun di sana, alang-alang yang lebih menderita, mereka selalu riang tertawa, hingga dapat tumbuh besar & indah ketika manusia melihatnya, bahkan mengabadikan mereka.
Tuhan ..
Berilah aku pupuk dalam hati, agar aku kuat dan perlahan tumbuh besar, dan semua mata dapat melihat ke elokan ku.
Tuhan ..
Izinkan aku untuk membuat semua orang tersenyum ketika melihat aku besar nanti, dapat mencium aroma ku, aku dapat menghasilkan sesuatu yang manis, hingga aku dapat tersenyum bangga.
Pohon kecil usang, sebesar sayuran toge itu, setiap hari berdoa dan berusaha, mencari nafas kehidupan. Dengan semua kesabaran dan keluguannya, membuat orang-orang mampu menarik perhatian padanya, ketika suatu saat, sang kecil menjadi sosok yang di kagumi :)
Bagaimana kah sosok itu ??
Sang pohon kecil, tumbuh perlahan semakin besar, dengan gangguan hama nakal, hujan badai yang hampir saja menghanyutkan dia, bahkan sang pemotong rumput yang mengira dia adalah rumput liar, sungguh dia besar dari sebuah hinaan.
Kebesaran Tuhan ..
Sang kecil, terlihat indah, dengan hijaunya daun, tegapnya ia berdiri, dengan kuncup bunga yang indah dan harum, berjatuhan ke tanah jika tertiup hembusan angin, hingga menghasilkan buah yang manis, tak kalah cantik dengan ke elokan warnanya, subhanallah, sang kecil namun berhati besar, niscaya niat & itikad baik, akan tercapai, meski banyak cacian, meski tersembunyi, namun hasil yang di dapat akan membuat orang tercenga melihatnya.
*pengalaman yang sedang saya lalui, sang pohon kecil dengan hinaan terbesar sebagai senjata
Oh dear, give me surprise in my life :)
amiin wallahu amin ....
Semoga terinspirasi dear ^.^
平和
Kalian tahu tidak ??
Bahwa bila kita melihat rumput, sawah, pohon, semua aksen berwarna hijau itu, sangat menenangkan raga. Menghirup udara sambil mengangkat kedua tangan bagai melayang seperti burun. I am free like a brid :)
Ketika melihat hamparan luas hijau, ingin sekali mencemplungkan diri ke dalam sana, bermain dengan rumput dan burung-burung, bak bermimpi berada di surga dunia. Ingin memetik bintang di kala malam tiba. Di kala siang, ingin meraih matahari agar terus bersinar, mengusir awan kelabu yang hinggap di sini.
Aku ingin mencari kedamaian hati, entah kmn harus ku cari itu semua ..
Dalam kalbu aku sudah berdoa dan memohon kepada-Nya. Saat ini hanya tinggal berikhtiar ingin apa dan mencari apa yang harus aku raih. Dinginnya udara sore ini, membuat ku ingin bersandar pada pelupuk tepat di samping ku :)
Namun, tak dapat ku raih ..
Berkhayal sajalah 平和
Bahwa bila kita melihat rumput, sawah, pohon, semua aksen berwarna hijau itu, sangat menenangkan raga. Menghirup udara sambil mengangkat kedua tangan bagai melayang seperti burun. I am free like a brid :)
Ketika melihat hamparan luas hijau, ingin sekali mencemplungkan diri ke dalam sana, bermain dengan rumput dan burung-burung, bak bermimpi berada di surga dunia. Ingin memetik bintang di kala malam tiba. Di kala siang, ingin meraih matahari agar terus bersinar, mengusir awan kelabu yang hinggap di sini.
Aku ingin mencari kedamaian hati, entah kmn harus ku cari itu semua ..
Dalam kalbu aku sudah berdoa dan memohon kepada-Nya. Saat ini hanya tinggal berikhtiar ingin apa dan mencari apa yang harus aku raih. Dinginnya udara sore ini, membuat ku ingin bersandar pada pelupuk tepat di samping ku :)
Namun, tak dapat ku raih ..
Berkhayal sajalah 平和
Selasa, 04 Januari 2011
Bersyukur ♥
Tuhan ..
Aku bersyukur karna engkau t'lah membukakan pintu hati ini
Dengarlah suara hati ini, meski bibir membisu, tapi hati ingin bicara bahkan berteriak
Aku mencintai lelaki itu
Menyayanginya dengan tulus ..
Oh Dear ..
Mengapa harus aku yg menangis ??
Pantaskah aku menyesali semua ini
Aku bersalah telah memilih jalan buntu tak tentu arah ..
Sungguh, aku merasa senang bila ada di dekatnya
Perjalanan panjang, rintangan hidup, menjalani sebuah kedewasaan aku lalui dengannya kala 4 tahun ini
Terima kasih, karna t'lah mempertemukan aku dengannya :)
Tak ada sesal bahkan dendam
Hanya kenangan indah menuju sebuah kemandirian hidup
Tak kenal lelah mencari arti sebuah cinta sejati
Karna Kau, ada di hati ku yang paling dalam, aku bersyukur pada-Mu ..
Aku bersyukur karna engkau t'lah membukakan pintu hati ini
Dengarlah suara hati ini, meski bibir membisu, tapi hati ingin bicara bahkan berteriak
Aku mencintai lelaki itu
Menyayanginya dengan tulus ..
Oh Dear ..
Mengapa harus aku yg menangis ??
Pantaskah aku menyesali semua ini
Aku bersalah telah memilih jalan buntu tak tentu arah ..
Sungguh, aku merasa senang bila ada di dekatnya
Perjalanan panjang, rintangan hidup, menjalani sebuah kedewasaan aku lalui dengannya kala 4 tahun ini
Terima kasih, karna t'lah mempertemukan aku dengannya :)
Tak ada sesal bahkan dendam
Hanya kenangan indah menuju sebuah kemandirian hidup
Tak kenal lelah mencari arti sebuah cinta sejati
Karna Kau, ada di hati ku yang paling dalam, aku bersyukur pada-Mu ..
Rabu, 10 November 2010
Hanami : Kelopak Bunga Sakura
"Ssslllerekk" terdengar sekilas suara jendela terbuka.
Di kamar yang terlihat minnimalist dengan padu padan warna eksotis dan romantic inilah sassy bergerak kesana-kemari. Kota ini sangat indah dan damai, penuh dengan sejarah dan kisah abadi.
"Oh malam..
mengapa kau begitu dingin, mengapa bulan & bintang tak hadir saat ini, mengapa aku hanya di temani angin sepoi-sepoi dan diary usang ini ??" entahlah, Sassy berbisik kecil, bak sang puitis di malam hari.
"Oh dear, mengapa Otaru sangat dingin ketika malam datang.. hhuuu" gumam sassy sambil menyeruput coffe milk di tangannya.
next session, comming soon !!
Menanti musim semi, bunga sakura i'am comming..
Di kamar yang terlihat minnimalist dengan padu padan warna eksotis dan romantic inilah sassy bergerak kesana-kemari. Kota ini sangat indah dan damai, penuh dengan sejarah dan kisah abadi.
"Oh malam..
mengapa kau begitu dingin, mengapa bulan & bintang tak hadir saat ini, mengapa aku hanya di temani angin sepoi-sepoi dan diary usang ini ??" entahlah, Sassy berbisik kecil, bak sang puitis di malam hari.
"Oh dear, mengapa Otaru sangat dingin ketika malam datang.. hhuuu" gumam sassy sambil menyeruput coffe milk di tangannya.
next session, comming soon !!
Menanti musim semi, bunga sakura i'am comming..
Here, i see you
"Pergilah...." ucap seseorang di hadapannya itu dengan tegas dan tidak mempunyai hati.
Hujan sedang menyelimuti dunia ini. Terasa dingin, sakit tertusuk-tusuk dengan derasnya air hujan yang terjatuh.
"Oh Dear, aku ingin menangis...." teriaknya dalam hati.
Ingin berlari. Namun, tak bisa !!
Entahlah, mungkin hati ini terasa mati dan tak tahu harus melangkah kemana..
"Sudahlah, tak guna aku mengingat itu lagi" ucap Sassy dengan sedikit senyum tak pasti di bibirnya. Meski, kegelisahan masih saja tampak dalam raung matanya yang berwarna coklat nan sayu itu.
Hujan sedang menyelimuti dunia ini. Terasa dingin, sakit tertusuk-tusuk dengan derasnya air hujan yang terjatuh.
"Oh Dear, aku ingin menangis...." teriaknya dalam hati.
Ingin berlari. Namun, tak bisa !!
Entahlah, mungkin hati ini terasa mati dan tak tahu harus melangkah kemana..
ooooo
Ppraakk !!
Segera ku tutup dengan keras buku usang itu. Munafik !! Mengapa aku masih saja mengingat kejadian mengerikan saat itu ??
Tak ada lagi cinta yang abadi..
Tak ada lagi cinta yang bahagia..
Aku tak percaya dengan hati..
Sempat tersirat dalam benak ku, kalimat hina tersebut.
Hiks hiks hiks hiks..
Sassy menangis lagi, ketika ia membaca sekilas kenangan indah dan tak terlupakan itu.
"Mengapa kesetiaan yang t'lah ku beri, kau balas dengan sayatan di hati ??" teriak kecil dalam hati Sassy.
"Sudahlah, tak guna aku mengingat itu lagi" ucap Sassy dengan sedikit senyum tak pasti di bibirnya. Meski, kegelisahan masih saja tampak dalam raung matanya yang berwarna coklat nan sayu itu.
Bagi ku, saat ini adalah sekeping kehidupan yang t'lah menunggu untuk ku arungi dengan senyum dan semangat..
Bagi ku, kenangan masa lalu, baik itu indah, bahkan menyakitkan sekalipun, ku jadikan intan berlian, untuk suatu saat nanti ku lihat dan ku berikan senyuman kepada sikap & kebodohan ku saat itu :)
-- Sassy --
Langit Musim Semi
Saat dedaunan hijau, tertatih mengubah parasnya menjadi coklat keemasan. Burung-burung di pucuk ranting tetap singgah dengan riang. Terpaku aku, tepat di bawah ranting nan indah terkena sinar matahari sore saat ini.
Mengingat senyum, rasa ingin tahu dan perhatiannya. Memanggil nama ku dengan lantunan dari hati. Membuat mata hati ku bergetar.. ketika daun musim semi mengalihkan lamunan ku. Air mata yang menetespun tehenti sesaat.
Serasa tersayat-sayat, perih..
Mengapa musim semi tak kembali ??
Atau kah langit saat ini t'lah berubah ??
Tersedak. Mengiringi kesedihan yang lambat laun makin mengeras, membuat hati semakin dingin.
Aku menangis..
Tersadar melihat bayangan cermin-ku, sungai yang menjadi saksi keindahan musim semi yang lalu.
Bahwa aku terdiam duduk tepat di kursi ini, tanpa sosok 'musim semi'.
Sepi..
Hampa..
Aku tahu mungkin aku munafik.
Tak sanggup berpisah dari dia yang t'lah membawa keindahan & kesejukan di musim semi.
Namun..
Mengapa, kesetiaan ku menunggu di sini ? Bagai tak ternilai untuk seseorang di sana..
Langganan:
Postingan (Atom)